The story behind our signature.
Bagaimana rasanya ketika karya yang kita buat terlihat dari kejauhan, dikenakan oleh seseorang yang tidak kita kenal, di tempat yang asing dan kita langsung mengenalinya?
Ada rasa excited, bangga, sekaligus penasaran untuk melihatnya lebih dekat.
Itulah yang kami rasakan setiap kali melihat arcuate Wingman dikenakan oleh para pemiliknya.
Sebuah jeans dengan identitas yang otentik dapat dikenali bahkan sebelum orang melihat patch kulitnya atau sengaja mencari logonya. Di dunia denim, kantong belakang telah lama menjadi ruang untuk menampilkan identitas visual sebuah brand. Ada yang memilih garis jahitan, bordir, lukisan, atau sekadar sebuah label. Namun di antara semuanya, pola jahitan arcuate melengkung pada kantong belakang telah menjadi signature yang paling ikonik.
Bagi para pecinta denim, sebuah arcuate sering kali sudah cukup untuk mengenali asal sepasang jeans, bahkan dari kejauhan. Bagi kami, itulah arti sebenarnya dari sebuah signature.
Ketika Wingman pertama kali memproduksi jeans, kami masih menggunakan desain kantong belakang yang sederhana. Seiring berkembangnya Wingman, kami merasa sudah saatnya memiliki identitas visual yang benar-benar mencerminkan karakter kami sendiri. Pada tahun 2017, kami mulai mengembangkan arcuate pertama Wingman. Tujuannya bukan untuk tampil mencolok, tetapi menciptakan sebuah signature yang dapat dikenali bahkan tanpa harus melihat patch kulit atau membaca nama Wingman.
Arcuate Wingman terinspirasi dari siluet sayap pesawat terbang, sebuah elemen yang telah menjadi bagian dari filosofi Wingman sejak hari pertama. Pada pandangan pertama, bentuknya mungkin hanya terlihat seperti dua garis jahitan sederhana. Namun ketika diperhatikan lebih dekat, terdapat siluet sayap yang sedang terbentang, sementara perpotongannya menyembunyikan sebuah huruf W sebagai identitas Wingman.
Kami sengaja tidak membuatnya terlalu eksplisit. Sama seperti banyak detail lain pada sebuah jeans berkualitas, sebagian keindahannya justru ditemukan ketika seseorang meluangkan waktu untuk melihat lebih dekat.
Inspired by an aircraft wing with a hidden “W” at its center.
Sebuah signature tidak berhenti di atas kertas. Setelah melalui berbagai proses penyempurnaan, desain tersebut kemudian diwujudkan menjadi jahitan yang akan hadir pada setiap Wingman. Meskipun hanya terdiri dari beberapa garis sederhana, menjaga bentuk dan konsistensinya membutuhkan ketelitian di setiap proses penjahitan.
Selain memiliki makna, bentuk arcuate Wingman terus mengalami berbagai penyempurnaan agar menyatu secara alami dengan proporsi kantong belakang. Setiap lengkungan, sudut, dan titik pertemuannya melalui proses revisi hingga menghasilkan komposisi yang terasa seimbang ketika dilihat sebagai satu kesatuan.
Kami tidak pernah berusaha menciptakan arcuate yang paling rumit atau paling mencolok. Justru sebaliknya. Kami menginginkan sebuah signature yang sederhana, bersih, dan tetap mudah dikenali dari kejauhan.
Karena bagi kami, sebuah signature yang baik bukanlah yang paling menarik perhatian, melainkan yang tetap dapat dikenali tanpa perlu memperkenalkan dirinya.
Arcuate yang meninggalkan pabrik hari ini akan terlihat sama pada setiap Wingman. Namun seiring waktu, setiap pemilik akan membawanya melalui perjalanan yang berbeda.
Denim akan memudar. Lipatan akan terbentuk. Kontras akan muncul perlahan. Tetapi satu hal tetap sama. Signature itu akan terus menemani setiap cerita yang tercipta.
Dan setiap kali kami menemukannya di suatu tempat, dikenakan oleh seseorang yang bahkan tidak kami kenal, kami selalu tahu satu hal.
That’s a Wingman.
